General

Imunisasi Dasar Lengkap Untuk Anak

Imunisasi merupakan pondasi kekebalan yang ditanamkan pada tubuh agar terhindar dari penyakit maupun virus tertentu. Dimana imunisasi sendiri adalah pemberian berupa suntikan ke tubuh agar membentuk kekebalan di tubuh. Di Indonesia sendiri sudah ditetapkan beberapa imunisasi dasar lengkap yang harus diberikan mulai bayi baru lahir. Berikut daftar imunisasi yang wajib diberikan untuk bayi:

1. HB_0

Merupakan imunisasi yang diberikan saat anak baru lahir atau usia 0 hari di mana Imunisasi yang diberikan untuk bayi baru lahir tersebut yaitu: HB_0 (0 – 7 hari) atau Hepatitis B. HB_0. Pemberian imunisasi ini untuk mencegah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. serta diberikan pada bayi baru lahir hingga usianya 7 hari.

2. BCG

BCG (0 – 2 bulan) mencegah perkembangan tuberkulosis yang diberikan sampai batas usia anak 2 bulan, namun biasanya imunisasi ini diberikan bersamaan saat memberikan imunisasi HB_0. Terakhir, POLIO 1 (0 – 2 bulan) mencegah virus menular yang menyebabkan kelumpuhan. Biasanya diberikan pada usia 1 bulan pada jarak 1 bulan dari imunisasi pertama.

3. DPT-HB-Hib

Pada usia 2 – 5 Bulan ini terkadang ibu merasa khawatir saat memberikan imunisasi pada anaknya, karena reaksi dari imunisasi tersebut biasanya demam pada anak. Namun demam tersebut tidak berlangsung lama, biasanya anak akan demam selama 1 – 3 hari setelah imunisasi. Imunisasi pertama yang menimbulkan efek demam adalah DPT-HB-Hib. DPT tersebut diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2 – 5 bulan pada jarak minimal 4 minggu (1 bulan). Fungsinya untuk mencegah penyakit difteri dan infeksi bakteri haemophilus influenza tipe B. Pemberiannya pun sudah di atur oleh dinas kesehatan agar anak tidak terlalu sering sakit saat imunisasi.

Pembagian pemberian imunisasi ialah DPT-HB-Hib 1 (2–3bulan); POLIO 2 (2–3 bulan); DPT-HB-Hib 2 (3–4 bulan); POLIO 3 (3–4 bulan); DPT-HB-Hib 3 (4–5 bulan); POLIO 4 (4–5 bulan). Biasanya dalam memberikan imunisasi, bidan atau dokter yang menyuntikan akan memberikan suntikan pada paha kaki san anak secara bergantian setiap bulannya.

Hal ini diharapkan agar anak tidak terlalu merasa nyeri di tempat yang sama setelah imunisasi, misal DPT-HB-Hib 1 disuntikan pada paha kaki anak sebelah kanan. Saat di bulan berikutnya DPT-HB-Hib 2 disuntikan pada paha kaki anak yang sebelah kiri. Untuk mengurangi rasa nyeri alangkah baiknya setelah imunisasi diberikan kompres air hangat.

4. POLIO

Selain itu pemberian imunisasi DPT-HB-Hib juga dibarengi dengan imunisasi POLIO yang juga diberikan sebanyak 3 kali pada usia ini. Pada imunisasi POLIO anak tidak akan mengalami demam sehingga ibu tidak perlu merasa khawatir, pemberian POLIO ini bersifat oral dengan cara diberikan kapsul tetes.

5. IPV

Selanjutnya IPV yang diberikan pada anak diusia 4 – 5 bulan. IPV merupakan imunisasi yang sejenis dengan imunisasi POLIO. Berbeda dengan POLIO yang diberikan dengan cara diminumkan ke anak, IPV diberikan dengan disuntikkan. Namun imunisasi ini tidak memberikan efek samping demam, IPV biasanya diberikan 4 minggu setelah imunisasi DPT-HB-Hib 3.

6. CAMPAK dan MMR

Terakhir imunisasi 9 – 24 bulan yaitu CAMPAK dan MMR (9 bulan) diberikan untuk mencegah virus campak atau cacar air, gondongan dan rubella. Setelah itu dilanjutkan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib LANJUTAN (18 bulan) yang fungsinya sama dengan imunisasi DPT-HB-Hib sebelumnya. Terakhir adalah CAMPAK LANJUTAN (24 bulan) yang fungsinya sama dengan CAMPAK sebelumnya.

Dari keseluruhan imunisasi tersebut rata – rata diberikan rentang waktu minimal 4 minggu (1 bulan). Selain itu sakit ringan seperti batuk, pilek, dan demam dengan suhu badan rendah bukan menjadi halangan untuk diberikan imunisasi. Imunisasi dasar lengkap sebaiknya wajib berikan kepada anak agar terhindar dari penyakit maupun virus yang menular.